www.usd.ac.id
www.usd.ac.id
  Cerdas & Humanis
English Version English Version
Loading
HOME TENTANG USD PENERIMAAN MAHASISWA BARU AKADEMIK
  Mail USD      Kontak
:: Berita Kegiatan
Seminar Dosen Dies Natalis ke-61 USD:
Menjadi Pendidik yang Unggul di Era Digital
USD | 20 December 2016 | 10:37 WIB
  
Seminar Dosen Dies Natalis ke-61 USD:<br>Menjadi Pendidik yang Unggul di Era Digital :: usd.ac.id

Memperingati Dies Natalis ke-61, Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan Seminar Dosen pada tanggal 16 Desember 2016 di Ruang Drost Kampus III USD Paingan. Seminar yang dihadiri oleh dosen-dosen USD dari berbagai prodi ini membahas mengenai tema Dies Natalis USD ke-61 yaitu Cerdas dan Humanis di Era Digital.

Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D, Rektor Universitas Sanata Dharma, membuka acara dengan menyampaikan kata sambutan yang membahas mengenai Actor Network Theory (ANT) atau teori jejaring aktor. Teori ini berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan melibatkan kumpulan identitas manusia dan benda yang disebut sebagai aktor. “Realitas kekinian kita semakin diwarnai oleh kehadiran teknologi informasi sebagai aktor non-human. ANT dapat memberikan peranan untuk  memahami lebih baik mengapa teknologi informasi di satu sisi memberdayakan kita tapi di sisi lain juga memperdayai kita. Realitas media sosial yang akhir-akhir ini menjadi sarana untuk menebar kebencian antar bangsa hanyalah salah satu contoh ketidakberdayaan dan kenyataan bahwa non human actor memang semakin penting untuk kita pahami.”

Dalam acara ini, moderator seminar Dr. Anastasia Rita Widiarti, S.Si, M.Kom, selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi USD, memperkenalkan ketiga pembicara yaitu Tommy F Awuy, S.S, M.A; Drs. Andreas Chang, MBA; dan Bambang Soelistijanto, S.T., M, Sc., Ph.D. Ketiga pembicara ini membahas hal yang serupa, yaitu budaya teknologi digital, perubahan masyarakat Generasi Z, dan tantangan yang dihadapi Indonesia ke depannya.

Tommy F Awuy, S.S, M.A memaparkan topik berjudul Teknologi Digital dan Budaya Kontemporer. Beliau yang merupakan dosen Filsafat di Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia menjelaskan bahwa teknologi merupakan hasil dari perpanjangan diri manusia, sebagai contoh adalah mobil yang merupakan kepanjangan dari kaki, pesawat terbang sebagai kepanjangan dari tangan, kamera perpanjangan dari mata, komputer perpanjangan dari syaraf otak, elektrik adalah perpanjangan dari aliran darah, dan seterusnya. Perkembangan teknologi digital yang semakin canggih akhirnya menciptakan ‘kebudayaan kontemporer’. Menurut beliau, konsep kebudayaan kontemporer dipicu oleh teknologi digital yaitu hyperreality, simultaneously, dan lucidisk. Konsep ini memicu pandangan baru bahwa materialisme dalam realita kini bersifat plural, yang kemudian menandai kebudayaan kontemporer tersebut.

Setelah mendengar pandangan era digital yang dibawa oleh dosen Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia, para dosen juga diperkenalkan oleh Drs. Andreas Chang, MBA, beliau merupakan Wakil Rektor Universitas Bina Nusantara Bidang Employability & Kewirausahaan Global yang membawakan topik “Educating Generation Z in the Digital Age – A Brief Look at the Case of Binus University”. Beliau memaparkan gambaran pandangan beberapa mahasiswa Bina Nusantara mengenai internet. “Kebutuhan hidup sekarang yang paling dasar bukan lagi makan dan minum, tetapi internet, wifi, dan baterai handphonenya (mahasiswa).” tuturnya.

Menurut survey Drs. Andreas, 45% dari mahasiswanya setuju bahwa media sosial mempengaruhi hidup mereka dan 37% merasa bahagia dengan kehidupan sosmed-nya. Perubahan-perubahan di era digital ini bisa dirasakan pula di bidang pekerjaan, seperti munculnya pekerjaan baru: social media manager, uber driver, drone operators, utube content creators, dan lain-lain. Di lain sisi, pekerjaan yang saat ini kebanyakan membudidayakan manusia sebagai sumber daya juga akan terancam dikarenakan pemanfaatan teknologi yang semakin lama semakin canggih. Hal ini sudah ditandai dengan pemanfaatan automatic non-driver bus di Cina yang akan dikembangkan sebagai transportasi umum.

Menanggapi hal tersebut, Drs. Andreas mengajak para dosen untuk mengembangkan para mahasiswa agar belajar metode pendidikan yang baru: learn, unlearn, and relearn. Beliau juga menjelaskan lulusan universitas-universitas di Indonesia sebaiknya menguasai keahlian critical thinking dan creative thinking.

Sebagai dosen Program Studi Teknologi Informatika USD, Bambang Soelistijanto, S.T., M, Sc., Ph.D juga menyampaikan gagasannya mengenai digital gap di Indonesia. Digital gap yang terjadi di Indonesia dikarenakan oleh tidak meratanya infrastruktur jaringan dan tidak terdistribusinya ilmu dan sumber bagi Information Community Technology (ICT) dengan baik. Masalah ini ditandai dengan infrastruktur jaringan yang lebih banyak dikuasai oleh pihak asing.

Dari data yang diperoleh, terdapat 50% masyarakat dunia yang menggunakan mobile phone, di mana sebagian besar berasal dari Asia. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah masyarakat aktif internet khususnya media sosial. Namun, beberapa tantangan besar masih harus dihadapi oleh Indonesia seperti: keadaan geografis Indonesia yang menyulitkan untuk menyediakan akses internet di segala penjuru daerah dan kecepatan internet yang masih kurang dibandingkan negara lain. Bambang Soelistijanto menjelaskan bahwa akan lebih baik jika kemajuan teknologi di Indonesia sejalan dengan kebutuhan negeri, seperti membangun teknologi untuk bencana alam dan membuka akses khususnya di bidang pendidikan bagi para mahasiswa. (DW)

<< kembali

FAKULTAS

Fakultas Ekonomi
Fakultas Farmasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Fakultas Psikologi
Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Sastra
Fakultas Teologi
Program Pasca Sarjana

BIRO

Biro Administrasi Akademik
Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional
Biro Layanan Umum
Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi
Biro Keuangan
Biro Personalia
Biro Sarana dan Prasarana
Biro Hubungan Masyarakat

LEMBAGA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Lembaga Bahasa
Lembaga Penjaminan Mutu

PROGRAM KURSUS BERSERTIFIKAT

English Extension Course
Pel. Kom. Interaktif Bhs Inggris P 60 Jam
Indonesian Language & Culture Intensive Course

LINK

Lembaga Studi Realino
ExeLSa
MonEvIn
Oriental Scholar
Politeknik Mekatronika Sanata Dharma
 

KONTAK

humas@usd.ac.id

USD WEB BADGE

WebBadge USD

JEJARING SOSIAL

Facebook Sanata Dharma Twitter Sanata Dharma Instagram Sanata Dharma
© 2017 - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  54.163.164.67: - 7200.4 ms  |   16 user(s) online