www.usd.ac.id
www.usd.ac.id
  Cerdas & Humanis
English Version  English Version
Loading
HOME TENTANG USD PENERIMAAN MAHASISWA BARU AKADEMIK
  Mail USD      Kontak
:: Berita Kegiatan
Bulukumba dan Perjuangan Panjang
USD | 26 September 2016 | 11:07 WIB
  
Bulukumba dan Perjuangan Panjang :: usd.ac.id

Perjuangan rakyat Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, melawan penggunaan tanah oleh perusahaan karet Lonsum (London Sumatra) sebenarnya sudah berlangsung lama. Pada tahun 1950-an, misalnya, penduduk suku Kajang di Kabupaten teersebut telah membentuk gerakan “Dompea” dengan maksud untuk mendapatkan kembali hak-hak mereka. Namun demikian pada tahun 1970-an justru ada lebih banyak tanah di wilayah mereka yang diambil untuk kepentingan perluasan perusahaan tersebut. Itulah sebabnya pada era 1980an dan 1990an penduduk Bulukumba mulai mengorganisir diri kembali untuk memperjuangkan hak-hak mereka dengan dibantu oleh lembaga-lembaga bantuan hukum yang memihak mereka. Selain itu mereka juga dibantu oleh sejumlah NGO lain, termasuk AGRA (Aliansi Gerakan Reforma Agraria). Namun demikian, hasilnya tetap tidak memuaskan, karena pihak elit (termasuk pemerintah) hampir selalu cenderung untuk memihak kepada kepentingan modal.

Demikian beberapa pokok pembicaraan yang muncul dalam acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh PUSDEMA (Pusat Kajian Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia) USD pada tanggal 21 September 2016 dengan tema Protracted Struggle: A History of Dispossession and Resistance in Post-New Order Bulukumba, 1999-2016. Narasumbernya adalah Iqra Anugrah, seorang mahasiswa kandidat doktor dari University of Nothern Illinois, AS. Topik yang dibawakan ini merupakan bagian dari penelitan untuk disertasinya.

Dalam diskusi ini secara kronologis Iqra memaparkan pasang-surutnya perjuangan rakyat Bulukumba dalam upaya mendapatkan hak-hak meraka atas tanah di mana mereka hidup dan bekerja. Ia tunjukkan misalnya bahwa kuatnya keberpihakan elit penguasa pada kepentingan perusahaan sempat mengendor ketika pemerintah Orde Baru tumbang. Namun demikian tidak lama kemudian keberpihakan kepada pemilik modal itu menguat lagi.  Menolak untuk menyerah begitu saja, rakyat Bulukumba mencoba berbagai cara lain guna terus memperjuangkan hak-hak mereka. Apa boleh buat, hingga pada tahun 2016 ini perjuangan tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil dan oleh karena itu masih perlu untuk terus dilanjutkan. Apa yang terjadi di Bulukumba ini penting untuk  dicermati dan diteliti, menurut Iqra, mengingat bahwa kasus-kasus serupa juga terjadi di tempat-tempat lain di tanah air.

Hadir dalam forum ini sejumlah dosen, aktivis HAM dan mahasiswa, termasuk mahasiswa dan alumni USD yang berasal dari Sulawesi Selatan. Diskusi ini terselenggara berkat kerjasama Pusdema dengan AIFIS (American Institute for Indonesian Studies), yang berpusat di Universitas Cornell, AS. Kerjasama Pusdema-AIFIS kali ini bukan merupakan yang pertama kali, karena forum serupa pernah diselenggarakan sebelumnya. Mengingat sudah adanya kesepekatan resmi antara AIFIS dan USD, forum kerjasama seperti ini masih akan digelar lagi di masa depan. (rmb)

<< kembali

FAKULTAS

Fakultas Ekonomi
Fakultas Farmasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Fakultas Psikologi
Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Sastra
Fakultas Teologi
Program Pasca Sarjana

BIRO

Biro Administrasi Akademik
Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional
Biro Layanan Umum
Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi
Biro Keuangan
Biro Personalia
Biro Sarana dan Prasarana
Biro Hubungan Masyarakat

LEMBAGA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Lembaga Bahasa
Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal

PROGRAM KURSUS BERSERTIFIKAT

English Extension Course
Pel. Kom. Interaktif Bhs Inggris P 60 Jam
Indonesian Language & Culture Intensive Course

LINK

Lembaga Studi Realino
ExeLSa
MonEvIn
Oriental Scholar
Politeknik Mekatronika Sanata Dharma
 

KONTAK

humas@usd.ac.id

USD WEB BADGE

WebBadge USD

JEJARING SOSIAL

Facebook Sanata Dharma Twitter Sanata Dharma Instagram Sanata Dharma
© 2018 - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  52.91.245.237: - 69.7 ms  |   13 user(s) online