USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Webinar PHI USD: “Be a Great Millenial with Technology, Science, and Art

diupdate: 2 bulan yang lalu





Webinar nasional bertema “Be a Great Millenial with Technology, Science, and Art” adalah salah satu agenda Paket Hari Ilmiah (PHI) Universitas Sanata Dharma (USD) 2021 yang diadakan pada hari Sabtu, 11 September 2021 secara daring yang dihadiri oleh 200 peserta dari khalayak umum USD maupun luar USD. “Kita sebagai generasi milenial di masa sekarang ini kita harus menjadi generasi terdepan di tengah perkembangan zaman perkembangan teknologi ilmu sains serta kreasi seni”, ungkap Joanna, salah satu panitia PHI menyampaikan makna dari tema yang diusung pada tahun ini.

Setelah dibuka dengan sambutan dari ketua panitia, Lusia Adven Ningrum, dan Ketua Jurusan Pendidikan MIPA USD, Dr. Andy Rudhito, M.Pd., yang menyampaikan harapan semoga pengalaman yang akan dibagikan oleh narasumber bisa memotivasi peserta dan peserta tidak sungkan untuk bertanya kepada narasumber yang kompeten. Kegiatan dilanjutkan menghadirkan moderator Gaby Latuva Rumahorbo yang merupakan mahasiswi Pendidikan Fisika USD.

Narasumber pertama, R. Rohandi, Ph.D., mengajak peserta yang mayoritas adalah calon pendidik masa depan di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam untuk berimajinasi tentang pendidikan di masa depan dengan menayangkan video contoh dari Youtube. “Integrasi Teknologi dan Sains dalam Pendidikan” adalah materi yang diusung dosen Prodi Pendidikan Fisika USD untuk Webinar PHI tahun 2021. Salah satu hal yang dibayangkan adalah sebagaimana cepat koneksi internet di masa depan dibandingkan sekarang, sejauh mana kita yang sekarang mempersiapkan diri untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Beberapa alasan teknologi digunakan dalam pendidikan adalah setiap tempat dapat menjadi kelas, piranti mudah dibawa, hemat waktu dan tenaga, berbagi pengetahuan, membantu komunikasi efektif antara siswa, guru, dan orang tua, aman bagi siswa, baik di dalam maupun luar kelas, menjadikan proses pendidikan rileks dan bebas stress, teknologi mengurangi bahan dan biaya. Banyak aplikasi android dan software komputer yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran oleh guru untuk menunjang pembelajaran, tetapi bagaimana pembelajaran didesain dalam bentuk aktivitas sehingga memungkinkan para siswa bisa belajar dengan optimal. Media yang berlimpah hanyalah sebagai media atau alat namun semuanya yang akan menentukan keberhasilan proses dengan media atau alat adalah guru. Beberapa sikap yang diperlukan calon pendidik sebagai guru milenial adalah intensitas umpan balik kinerja siswa, menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif, mengintegrasikan belajar berdasarkan pengalaman dan kehidupan nyata, menjadi fasilitator, mengintegrasikan media modern di dalam kelas dan tugas kerja, menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan pembelajaran, membuat garis besar dan pedoman dan hasil yang diharapkan sedari awal, menciptakan iklim belajar yang mendorong pertukaran ide atau gagasan secara terbuka, menciptakan suasana sosial melalui penggunaan tugas peer to peer, tim, dan kelompok, dan menjadikan pengajaran berpusat pada siswa.

Narasumber kedua, Fardi Yandi, seorang digital creator kompeten peraih banyak penghargaan yang sedang membangan startup baru @socialkreatif. Materi yang disampaikan berjudul “Maximizing Your Youth Journey”, mengulik tentang bagaimana media social mempengaruhi kepribadian kita selama masa pandemi yang identik dengan daring. Di media social kita terpancing untuk membandingkan diri dengan orang lain, jangan sampai kita menyimpulkan orang lain jauh lebih baik daripada saya, siapalah aku. Ada 4 hal yang sangat penting menurut pemenang lomba Startup Islamic Economic Competition by BNI Syariah & KEMENKRAF 2019 ini untuk memaksimalkan diri yakni passion, purpose, system, dan grit. Passion membuat senang dengan apa yang dikerjakan, jangan karena ikut-ikutan orang lain, terutama ketika berkecimpung di content creator. Setelah itu harus memiliki tujuan dan arah (purpose) mau  ke mana konten yang kita buat agar termotivasi untuk mengejar apa yang sudah dicita-citakan. Hal ini perlu ditunjang dengan system  yaitu sistem bagaimana kita mewujudkan mimpi-mimpi besar kita, setiap hari kita perlu membangun kebiasaan-kebiasaan positif karena tujuan yang besar dipengaruhi juga dengan apa yang kita lakukan setiap harinya. Terakhir adalah grit atau kegigihan yang kita bangun dalam diri kita sendiri, ini kita perlukan untuk siap menghadapi masalah-masalah dari luar maupun dari dalam. Untuk pengembangan diri ada 4 area yang perlu dikembangkan yakni faith (keimanan), finance (finansial), relationship (hubungan offline), dan health (kesehatan). Pengembangan diri diperlukan karena semua perlu bertumbuh dan itu mulai dari kita sendiri. Ketika kita produktif dalam berkreasi, fokus ke apa yang dikerjakan sehingga memiliki output dari apa yang dikerjakan.

(MDS)

  kembali