USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Webinar Ekonomi Kelembagaan: “Perubahan Kelembagaan Ekonomi Berbasis Komunitas di Tengah Pandemi”

diupdate: 2 bulan yang lalu



Program Studi (Prodi) Ekonomi, Fakultas Ekonomi Univeristas Sanata Dharma (USD) mengadakan Webinar Ekonomi Kelembagaan dengan mengusung tema "Perubahan Kelembagaan Ekonomi Berbasis Komunitas di Tengah Pandemi" pada Sabtu, 24 Juli 2021. Webinar dilangsungkan secara daring melalui Zoom meeting dan kanal YouTube Humas USD. Pemilihan tema tersebut didasari oleh komunitas-komunitas kecil yang dianggap berdampak di era pandemi ini dan diharapkan memiliki cara cerdas dengan memanfaatkan teknologi yang sudah sangat berkembang.

Panitia pelaksana webinar ini adalah para mahasiswa Prodi Ekonomi, yang bertugas sebagai pembawa acara Fransiska Devi Kurniasari dan bertugas sebagai moderator Rosalia Seriang juga mahasiswa dari Prodi Ekonomi. Diundang sebagai pembicara, dua staf pengajar Prodi Ekonomi yaitu Stephanus Eri Kusuma, SE., M.Sc. yang juga merupakan aktivis, peneliti, serta pendamping credit union (CU) dan In Nugroho Budisantoso, SJ., M.Hum., M.P.P, fasilitator komunitas entrepreneur mudayakniYoung Ecocreative Square (YES). Webinar ini diikuti oleh mahasiswa, staf pengajar Prodi Ekonomi, perwakilan dari beberapa sekolah dan instansi desa hingga luar Pulau Jawa.

Ketua Prodi Ekonomi, Laurentius Bambang Harnoto, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan harapan diadakannya webinar ini agar dapat berkontribusi untuk bangsa dan semakin nyata untuk mengedepannya kesejahteraan bersama sebab distribusi pendapatan masih menjadi permasalahan di bangsa ini. Oleh karena itu dalam webinar ini akan berfokus pada cara untuk menumbuhkan mereka yang kecil dengan SUC(Seeing, Understanding, and Comunicating). SUC merupakanstrategi yang dikembangkan Prodi Ekonomi, di mana mahasiswa diharapkan selalu melihat, mengerti, dan mengkomunikasikan pengetahuannya untuk mengatasi permasalahan bangsa.

Diawali oleh In Nugroho Budisantoso, SJ., M.Hum., M.P.P. dengan pemaparannya mengenai entrepreneurship dan institusi ekonomi pada masa pandemi. Disebutkannya bahwa model bisnis ghost resto atau layanan tanpa ada toko fisik, di tengah pandemi ini dapat menjadi model bisnis alternatif. Ghost resto dikatakan memiliki peluang besar terhadap ekonomi terutama untuk UMKM dan dapat memunculkan inovasi dan entrepreneurship yang dinamis mengikuti perkembangan teknologi.

Stephanus Eri Kusuma, SE., M.Sc. melanjutkan dengan pemaparannya mengenai transformasi kelembagaan menuju terwujudnya gerakan credit union (CU) sejati. CU yang mulanya berfokus pada layanan keuangan dengan pendekatan minimalis, mencoba untuk memberikan layanan lain untuk kesejahteraan anggotanya dengan pendekatan integratif. Disampaikan bahwa dalam memberikan pelayanan tersebut tidaklah mudah, sehingga penting adanya kolaborasi CU agar CU dapat memberikan layanan dengan pendekatan integratif dengan penyesuaian berupa digitalisasi aktivitas CU sebab pembatasan pertemuan fisik dalam masa pandemi.

(ADA & NZR)

  kembali