USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Sanata Dharma Sharing Amidst a Pandemic: “Coping with Coronavirus through Language and Literature"

diupdate: 2 minggu yang lalu



Universitas Sanata Dharma (USD) kembali melaksanakan webinar pada hari Jumat, 4 September 2020, melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Humas USD. Webinar yang membahas tentang bagaimana bahasa dan sastra dapat berkontribusi dalam menghadapi Covid-19 ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor 4 USD, F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. Webinar kali ini spesial karena menggunakan bahasa Inggris secara keseluruhan untuk menjangkau peserta lebih luas di seluruh penjuru dunia dan menghadirkan empat pembicara, yaitu Dr. Tatang Iskarna; Truly Almendo Pasaribu, S.S., M.A.; Drs. Antonius Herujiyanto, M.A., Ph.D.; dan Prof. Dra. Novita Dewi, M.S., M.A., (Hons), Ph.D.; serta dipandu oleh Christina Lhaksmita Anandari, Ed.M. selaku moderator.

Pembicara pertama, Dr. Tatang Iskarna menjelaskan bagaimana karya literatur seperti puisi mengajarkan dan menginspirasi lingkungan sekitar terhadap kenormalan baru, seperti situasi pada masa pandemi. Beberapa puisi digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan yang berbeda. I’m odd, I’m new (Giroux), puisi ini menggambarkan kehidupan seseorang yang sedang berjuang dalam menerima perbedaan kondisi mental dan menceritakan bagaimana cara menghadapi situasi tersebut. Puisi kedua, I am disabled, not stupid (Linsel), permasalahan yang dihadapi hampir sama dengan Giroux, Linsel adalah penyandang disabilitas yang juga harus beradaptasi di lingkungan yang berbeda yang membuat tidak nyaman. Sama halnya dengan yang terjadi pada saat ini, semuanya sedang berusaha dalam mengatasi virus corona dan beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Pembicara kedua, Truly Almendo Pasaribu, S.S., M.A., memaparkan hasil penelitian yang diperoleh dari mahasiswa mengenai pembelajaran online (daring)di tengah masa pandemi. Meskipun mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring, mahasiswa dapat mengatasinya dengan berfokus pada the value of learning. Selain itu, para pendidik juga dapat memaksimalkan potensi pembelajaran daring. Pembicara ketiga yakni Drs. Antonius Herujiyanto, M.A., Ph.D. menjelaskan bahwa sastra adalah bentuk ekspresi yang unik dari etika dan moralitas dalam periode sejarah tertentu. Ia membahas karya sastra berjudul The Bottomless Well dan karya sastra asli Indonesia seperti Dhandanggula, Ketoprak, Geguritan, and Manunggaling Kawulan Gusti.

Pembicara keempat, Prof. Dra. Novita Dewi, M.S., M.A., (Hons), Ph.D., menyampaikan mengenai sastra di masa pandemi, penularan dan welas asih (compassion). Ia memberikan contoh-contoh karya sastra yang alur cerita atau pesannya menggambarkan virus corona, seperti film berjudul Contagion, cerita pendek berjudul The Masque of the Red Death dan Miss Awful. Literatur merupakan refleksi dan pembiasan dari kehidupan. Selain itu, karya sastra mengajarkan manusia untuk memiliki empati, pemahaman, dan compassion. Setelah keempat pembicara menyampaikan materi presentasi, webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman dari peserta.

(GN & TNU)

  kembali