USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Sanata Dharma Berbagi di Tengah Pandemi “Ekaristi Daring: Dari Mobilitas Spiritual ke Spiritualitas

diupdate: 4 minggu yang lalu



Universitas Sanata Dharma (USD) Jumat (28/8) melalui Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik melakukan webinar dengan aplikasi Zoom dan disiarkan secara langsung di kanal YouTube Humas USD. Acara dibuka dengan sambutan Dekan FKIP USD Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. Dengan narasumber Romo Dr. B. A. Rukiyanto, SJ; Kristhalia Dessindi, S. Pd.; dan Romo Patrisius Mutiara Andalas, SJ, S.S., S.T.D., webinar ini dipandu oleh bapak Agustinus Rudi Winarto, S.Pd., M.A. selaku moderator.

Webinar kali ini membahas bagaimana makna Ekaristi di masa pandemi Covid-19 yang berbeda dengan Ekaristi yang terjadi sebelum masa pandemi. Pandemi membuat perubahan dalam perilaku dan kebiasaan dalam beribadah. Materi pertama dibawakan oleh Romo Ruki dengan memaparkan riset terhadap kaum muda dalam memaknai Ekaristi daring dengan tema “Dari Mobilitas Spiritual ke Spiritual Sosial”. Dalam riset tersebut ternyata sebesar 51% kaum muda mengikuti misa daring secara khusyuk. Fakta lain sebesar 87% kaum muda merindukan ekaristi secara luring. Kondisi pandemi menumbuhkan semangat akan kesadaran sosial kepada lingkungan sekitar sebesar 47%. Romo Ruki mengatakan Ekaristi daring tetap bermakna ketika kita sungguh-sungguh dalam mengikutinya dan membuat kita teguh untuk peduli pada sekitar kita yang berkekurangan.

Narasumber kedua adalah mbak Sindi yang membagikan pengalamannya ketika mengikuti Ekaristi daring dan terlibat sebagai relawan kegiatan sosial di masa pandemi di Syantikara Youth Center. Mbak Sindi dalam ceritanya mewakili kaum muda bahwa dengan kondisi pandemi, hidup spiritualitas dalam berekaristi masih bisa dimaknai dengan sungguh-sungguh bahkan mampu menggugah semangat untuk berbela rasa dengan ikut membantu lingkungan sekitar yang membutuhkan.  Narasumber yang terakhir adalah Romo Andalas yang berbicara tentang wajah Gereja menampilkan diri dalam masa pandemi. Romo Andalas mempresentasikan hasil penelitian kualitatif tentang tingkat Gereja menyeburkan diri dalam realitas pandemi. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sharing pengalaman dari peserta.

(BGP & MHH)

  kembali