USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Menutup Tahun 2019 dan Membuka Tahun 2020 dengan Keheningan

diupdate: 1 bulan yang lalu


Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Seriboe Djendela (TSD) Universitas Sanata Dharma (USD) bekerja sama dengan Jemek Supardi Mime mengadakan acara pementasan lagu, pantomim, pembacaan puisi, musikalisasi puisi untuk menutup tahun 2019 dan membuka tahun 2020. Acara ini diadakan pada 31 Desember 2019 di Panggung Mata Air Pengetahuan USD (lokasi tepatnya berada di area depan Perpustakaan Kampus 2 USD Mrican).

Ide acara ini diprakarsai oleh Pak Jemek Supardi dan direalisasikan oleh Romo G. Budi Subanar, SJ. Konsep ini pun unik dari perayaan menutup tahun di tempat lain. Keheningan dan jauh dari hingar bingar merupakan tujuan dari kegiatan ini. “Banyak orang yang merayakan akhir tahun dengan sesuatu yang suara-suara gaduh. Di sini, saya ingin mengajak orang-orang untuk menghabiskan tahun 2019 dengan suasana baru, suasana yang hening.” ujar Romo Banar.

Acara ini diisi oleh berbagai komunitas di Yogyakarta, yaitu Sanggar Sekar Kinanti, mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan Teater Institut Seni Indonesia, Jam Malam Yogyakarta, dan Teater Seriboe Djendela USD. Akhir acara ada pementasan kolaborasi pantomim dari Pak Jemek, Mas Sasita, dan Pak Naoki. Di akhir acara setelah perenungan kebudayaan dari Romo Banar.

Dalam permenungan kebudayaan pada acara yang bertema “Suwung” ini, Romo Banar berkata bahwa kampus menjadi sarana yang tepat untuk menghabiskan tahun. Kampus menjadi tempat sehari-hari di mana mahasiswa dan dosen menimba ilmu. “Kampus akan menjadi sepi justru pada momen-momen penting seperti pergantian tahun. Malam adalah momen yang cocok untuk berefleksi.” ujarnya. Romo Banar juga mengatakan bahwa ia membaca teks refleksi yang ditulis oleh Romo Driyarkara yang berisi tentang manusia lahir di dalam waktu dan akan terus mengikuti waktu. Karena manusia adalah makhluk yang berpikir, maka manusia berusaha mengatasi waktu. Tahun Baru menjadi momen di mana manusia mengalami banyak ancaman, tetapi di sisi lain Tahun Baru juga melihat ke depan. Harapannya, Perguruan Tinggi atau kampus yang biasanya digunakan sehari-hari sebagai tempat untuk menimba ilmu, tetapi justru pada momen penting jangan sampai kampus itu kosong, harus ada isinya.

Florentina Purwokinanti, seorang penonton asal Yogyakarta yang saat ini tinggal di Jerman, mengatakan bahwa ia suka keheningan. “Saya hadir karena saya ingin mengapresiasi seni, hilang dari keramaian dan pesta. Ada banyak cara untuk menghabiskan tahun, tetapi saya suka mneghabiskan tahun 2019 di sini karena berada di  ruang terbuka dan kebebasan berekspresi, berbagai gerakan dan ucapan, mimik dan gesture, masing-amsing memiliki makna sendiri sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing.” ujarnya.
(MHH & GSEP)

  kembali