USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Mahasiswa Program Magister FKIP USD Siap Menjawab Tantangan Perubahan Dalam Dunia Pendidikan

diupdate: 2 minggu yang lalu


Program Magister Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma (FKIP USD) mengadakan kuliah umum untuk memulai tahun akademik baru. Kuliah umum dengan tema “Pendidikan Berbasis Outcome” ini diadakan pada hari Kamis (22/8) di Ruang Kadarman, Gedung Pusat, Kampus 2 USD. Tema tersebut merupakan sebuah bahasan yang sedang banyak diperbincangkan dalam dunia pendidikan, baik oleh univeristas secara nasonal hingga oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan (Ristekdikti). Materi kuliah umum diisi oleh dua orang pembicara, yakni Dr. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc. adalah seorang dosen Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (FT UGM), yang juga berperan sebagai Tim Penjaminan Mutu UGM. Sedangkan pembicara kedua adalah Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. yang merupakan salah satu dosen di Program Magister FKIP USD, dan pernah menjabat sebagai Wakil Rektor I USD.

Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum. dosen Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI) USD yang juga selaku Ketua penyelenggara kuliah umum ini, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kata ‘outcome’ itu sendiri berarti ‘dampak’. Untuk mengartikan definisi ‘dampak’, beliau memberikan sebuah contoh, jika seorang mahasiswa sanggup memperoleh nilai A dalam sebuah mata kuliah, sebetulnya tanggung jawabnya belum selesai. “Perkuliahan zaman sekarang arahnya bukan hanya menghasilkan nilai A, tetapi dengan nilai A (yang diperoleh) apakah ada dampak yang dihasilkan mahasiswa tersebut sampai pada tahap publikasi?” Lebih lanjut Pak Kunjana menyampaikan bahwa sebagai bagian dari civitas akademika USD, beliau memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan mahasiswanya dari berbagai sisi. Oleh karena itu, Program Magister FKIP USD mengadakan kuliah umum dengan tema yang sesuai dengan kondisi zaman agar mahasiswanya dapat menyesuaikan diri. Menjadi seorang pendidik tidak cukup hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga harus mampu memiliki komitmen, karena mengajar tidak sekedar menyampaikan materi tetapi juga harus menyumbangkan dampak yang nyata.

Pembicara pertama Dr. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc. dalam paparannya menyebutkan bahwa dari waktu ke waktu kurikulum dalam dunia pendidikan selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Hal tersebut dipicu oleh perubahan dari sektor industri, teknologi, dan berbagai bidang lain yang menuntut pendidikan ikut dalam arus perubahan zaman. Dalam hal ini perubahan dinamika dalam bidang industri sudah masuk pada tahap 4.0, begitu pula dengan dunia pendidikan yang sudah memasuki era Education 4.0 yang memiliki arti dunia pendidikan saat ini harus siap untuk memproduksi inovasi. “Karena memang masyarakat kita berubah, industri juga berubah, sehingga mau tidak mau (dunia pendidikan) juga harus berubah. Maka lulusan kita harus mempunyai kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik masyarakat praktisi maupun masyarakat akademik.” ucap Ibu Leni.

Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. sebagai pembicara kedua menyebutkan bahwa perubahan kebutuhan manusia juga mendorong perubahan pendidikan sebagai hal mendasar yang diperoleh manusia. “Guru adalah orang yang paling tepat memilih dan menentukan pendekatan atau model atau metode pembelajaran untuk para muridnya.” jelas Pak Sarkim. Menurutnya, guru menjadi pemegang kendali utama dalam perubahan model pengajaran dan pembelajaran, kewenangan tersebut tidak seharusnya diambil oleh pihak lain. Maka dari itu, guru perlu terus belajar agar kualitas pembelajarannya berkembang.

(GFAN)

  kembali