USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

KKN USD Angkatan 58
Festival Permainan Tradisional: “Dolan Sedaya, Lestari Budaya

diupdate: 3 minggu yang lalu



Sabtu (27/7) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sanata Dharma (USD) angkatan 58 yang berlokasi di Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Pemerintah Desa dan Karang Taruna Desa setempat mengadakan kegiatan Festival Permainan Tradisional yang bertajuk “Dolan Sedaya, Lestari Budaya”.  Festival yang diselenggarakan di Balai Desa dan SD Negeri Giring ini, selain sebagai ajang silaturahmi antar warga di Desa Giring, juga menjadi salah satu sarana untuk merevitalisasi serta melestarikan permainan tradisional yang pernah dimainkan atau dikenal oleh masyarakat setempat. “Kegiatan ini untuk merevitalisasi dan melestarikan permainan tradisional yang pernah ada dan yang dikenal oleh masyarakat Desa Giring, serta untuk menjalin silaturahmi antar warga.” demikian ungkap Steven Julio, mahasiswa KKN USD yang didapuk menjadi ketua pelaksana kegiatan ini.

Revitalisasi permainan tradisional yang dikemas dalam bentuk lomba antar pedukuhan, yang melibatkan anak-anak dan ibu-ibu warga dari 9 (sembilan) pedukuhan di Desa Giring, yakni Kendal, Giring, Candi, Nasri, Pulebener, Gunungdowo, Pengos, Singkil, dan Bulu. Permainan tradisional yang diperlombakan seperti egrang, tembakan bambu, dan gobak sodor, sedangkan untuk memeriahkan kegiatan ini, panitia juga mengadakan pementasan kesenian dari setiap pedukuhan yang ada di Desa Giring.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang baik dari pemerintah Desa Giring, “harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, kita bisa memulai untuk menggali dan memunculkan lagi permainan tradisional yang tidak kalah menarik dengan permainan yang modern saat ini.” ujar Sigit, Sekretaris Desa Giring. “Apalagi desa ini sudah dinobatkan sebagai Desa Wisata dan Budaya oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga sudah sangat wajar jika desa ini memiliki kewajiban mempertahankan dan menggali kembali budaya-budaya permainan tradisional yang pernah ada dan dikenal oleh warga Desa Giring.” pungkas Sigit.

Sambutan baik pun tidak hanya dari perangkat desa, dari warga desa pun demikian bahkan ada seorang warga yang menginginkan kegiatan ini dilakukan lagi dimasa yang akan datang, karena menurutnya kegiatan ini dapat mengakraban warga desa “kegiatannya menarik, kalau bisa diadakan lagi ke depannya” kata Iin warga Dusun Pulebener, Desa Giring.

(SN)

  kembali