USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Hibah Persiapan Implementasi Kurikulum K12 Informatika bagi Guru Sekolah Dasar dan Menengah

diupdate: 1 bulan yang lalu




Pada hari Selasa, 18 Juni 2019 di Ruang Multimedia Universitas Sanata Dharma Kampus 3 Paingan telah ditandatangani kontrak hibah bernilai total Rp 86,9 juta oleh 46 guru informatika dari 7 SD, 21 SMP, dan 18 SMA di wilayah Provinsi DIY. Dana tersebut dihibahkan oleh Google Indonesia melalui Biro Bebras Indonesia, sebagai lembaga nirlaba tingkat nasional yang selama ini banyak bergerak dalam edukasi bidang berpikir komputasional, guna mendukung persiapan implementasi kurikulum informatika di tingkat sekolah dasar dan menengah. Pengelolaan kegiatan dalam konteks hibah tersebut ditangani oleh 4 Biro Bebras Universitas yaitu Biro Bebras Universitas Sanata Dharma, Biro Bebras Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Biro Bebras Universitas Gadjah Mada, dan Biro Bebras Universitas Islam Indonesia.

Melalui pemanfaatan dana hibah tersebut, para guru mendapat kesempatan untuk menyusun perangkat pembelajaran sesuai kurikulum K12 informatika, dengan pendampingan dari para dosen program studi informatika yang berasal dari 4 Biro Bebras Universitas di DIY tersebut. Rencana pembelajaran tersebut selanjutnya akan  diimplementasikan di masing-masing sekolah pada semester gasal 2019/2020.

Persiapan implementasi kurikulum K12 informatika dipandang penting untuk dilakukan karena setelah sebelumnya mata pelajaran (mapel) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sempat dihapus dari kurikulum. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun ajaran 2019/2020 menetapkan bahwa mata pelajaran informatika dapat diimplementasikan kembali di jenjang pendidikan sekolah dasar dan menengah. Karena mencakup 12 tahun masa pendidikan, rumusan kurikulum tersebut dikenal dengan istilah kurikulum K12 informatika. Dalam rancangan kurikulum sesuai Permendikbud tersebut, istilah mapel informatika dipergunakan untuk menggantikan istilah mapel TIK. Secara umum, tatanan materi pengetahuan informatika digambarkan seperti struktur suatu bangunan, di mana berpikir komputasional (Computational Thinking) menjadi pondasi bangunan yang menjadi landasan berpikir yang menopang pengetahuan informatika. Bangunan tersebut memiliki lima pilar yaitu Sistem Komputer, Jaringan Komputer, Analisis dan Sains Data, Algoritma Pemrograman, dan  Aspek Sosial TIK-Informatika. Sedangkan TIK digambarkan sebagai atap bangunan, yang menggambarkan aspek aplikatif yang harus disertai dengan etika tentang aspek sosial dan dampak pemakaian TIK bagi dirinya serta masyarakat sekitarnya.

Secara garis besar, tema materi informatika untuk  SD adalah “Computing for fun” dimana peserta didik diajak mengenal dan mulai menggunakan komputer secara menyenangkan. Di tingkat SMP, tema yang diangkat adalah Computing as Tools and foundation, dimana sistem komputer dan aplikasi mulai dipakai peserta didik secara lebih serius untuk menunjang proses pembelajaran, dan dikenalkan aspek keilmuannya dalam bentuk visual. Sementara di tingkat SMA temanya adalah Computer Science, dimana peserta didik mendapat landasan dalam bidang informatika (ilmu komputer) yang lebih konseptual.

Sebagaimana diungkapkan oleh Koordinator Biro Bebras Universitas Sanata Dharma, P.H. Prima Rosa, M.Sc., penyelenggaraan hibah ini dimaksudkan untuk mendukung Dinas Pendidikan serta sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru informatika Indonesia, khususnya di daerah DIY dan sekitarnya, agar guru mampu mengembangkan perangkat pembelajaran pendukung implementasi kurikulum K-12 Informatika yang sejalan dengan upaya untuk membantu siswa mencapai kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik khususnya di bidang informatika.





(~pr01)

  kembali