19 Oktober 2005 | 09:44:30
| Akan Ditinggalkan, Jika PTS Katolik Tidak Berubah | Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat serta akan masuknya PTS asing ke Indonesia, PTS Katolik yang tergabung dalam APTIK hendaknya harus segera berubah. Saat ini justru banyak perguruan tinggi besar dan yang telah lama berkibar, termasuk PTS Katolik, ditinggalkan peminat. Saat ini customer lebih melirik kampus-kampus yang "sexy" yang terkesan muda dan metroseksual, menerapkan kemajuan IT, memberikan pelayanan cepat, kerja sama internasional, dan menawarkan learning, leisure, dan work. Demikian pernyataan Rhenald Kasali di depan peserta Seminar sehari "Hari Studi" APTIK kerja bareng dengan Universitas Sanata Dharma di Hotel Santika Jumat (14/10).
Yang harus diubah adalah cara-cara pengelolaan dan imej. Kasali mengingatkan tuntutan pasar saat ini berubah sesuai realitas yang ada. Banyak kaum muda sekarang beralih ke kampus-kampus yang baru dan sexy. Mereka saat ini belajar dari berbagai sumber, tidak melulu dari dosen. Untuk itu cara-cara pengajaran model lama yang berpusat pada dosen harus segera diakhiri. Dosen selain pintar juga harus tampil menarik.
Sementara itu di hari kedua, Mgr. Ign. Suharyo berpesan bahwa dalam melakukan perubahan hendaknya PT yang tergabung dalam APTIK tidak meninggalkan nilai-nilai yang menjadi dasar visi dan misi dari PT itu.
[ Humas USD ] |