Profesi Apoteker (PPA)

Fakultas Farmasi - Universitas Sanata Dharma

<< WEB FAKULTAS
Farmasi - Apoteker :: usd.ac.id

Profile

Peraturan Akademik

 

PERATURAN AKADEMIK TAHUN 2006
PROGRAM PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA



Peraturan akademik ini mengacu pada Peraturan Akademik Universitas Sanata Dharma tahun 2002 :

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

a. Universitas adalah Universitas Sanata Dharma, disingkat USD, yaitu suatu perguruan tinggi swasta Katolik yang berkedudukan di Yogyakarta, diselenggarakan oleh Yayasan Sanata Dharma, berfungsi utama menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip kristiani, semangat Ignasian, Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, serta kebudayaan kebangsaan Indonesia.
b. Fakultas adalah Fakultas Farmasi yakni unsur pelaksana Universitas yang mengkoordinasi dan/atau melaksanakan pendidikan akademik dan atau profesional dalam satu atau seperangkat cabang ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni tertentu terkait bidang farmasi.
c. Pendidikan profesi adalah pendidikan profesi apoteker yakni pendidikan tinggi yang diarahkan untuk mempersiapkan keahlian tertentu setelah program Strata Satu Farmasi.

Pasal 2
Universitas menyelenggarakan pendidikan profesi apoteker, bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan S-1 farmasi.


BAB II
PROGRAM PENDIDIKAN
Bagian Pertama
Sistem Penyelenggaraan Program Pendidikan

Pasal  3

  1. Program Profesi Apoteker disingkat PPA adalah program pendidikan lanjutan dari program studi S 1 Farmasi, yang diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket yang dilaksanakan selama 2 semester dan dapat diselesaikan paling lama 3 semester, dengan beban 32 satuan kredit semester (sks).
  2. Satuan kredit semester, disingkat sks, adalah takaran penghargaan untuk pengalaman pembelajaran yang diperoleh melalui  1 jam kegiatan terjadwal yang diiringi tugas lain, baik terstruktur maupun yang mandiri, selama 2 s.d. 4 jam perminggu dalam 1 semester, atau untuk pengalaman pembelajaran lain yang setara.
  3. Sistem paket merupakan satu paket pendidikan yang terdiri dari perkuliahan di semester I dan praktek kerja di semester II.
  4. Paket di semester I meliputi mata kuliah keahlian yang terdiri dari 9 matakuliah wajib (18 sks) dan minimal 2 matakuliah pilihan (4 sks), sedang paket di semester II meliputi Praktek Kerja Profesi (PKP) yang wajib dilaksanakan di 2 bidang yakni  Praktek Kerja Profesi di Apotek (4 sks), dan Praktek kerja Profesi di Rumah Sakit (6 sks) atau Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (6 sks).


Pasal 4

  1. Besar sks  untuk setiap kegiatan pendidikan ditentukan oleh jumlah jam kerja perminggu per semester yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut sampai selesai.
  2. Satu sks untuk perkuliahan teori setara dengan 170 menit per minggu  dalam 1 semester yang dirinci sebagai berikut :
    1. pertemuan terstruktur dan terjadwal dengan dosen selama 50 menit
    2. kegiatan pembelajaran terstruktur, yaitu kegiatan yang direncanakan dosen, tetapi tidak terjadwal, selama 60 menit
    3. kegiatan pembelajaran mandiri, yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa atas prakarsa sendiri untuk mendalami bahan pembelajaran, selama 60 menit.

  3. Praktek Kerja Profesi dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut :
    1. pertemuan terstruktur dan terjadwal di  tempat praktek kerja selama 6 jam perhari.
    2. kegiatan pembelajaran terstruktur, yaitu kegiatan yang ditugaskan oleh pembimbing baik dari tempat Praktek Kerja maupun dari Fakultas, tetapi tidak terjadwal, selama 2 jam perhari.
    3. kegiatan pembelajaran mandiri, yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa atas prakarsa sendiri untuk mendalami bahan pembelajaran, selama 2 jam perhari.


Pasal 5
Kegiatan perkuliahan dan praktek kerja diselenggarakan oleh PPA atas dasar kurikulum yang disusun oleh PPA sesuai dengan Visi dan Misi Universitas dan Fakultas.

Bagian Kedua
Penerimaan Mahasiswa Baru dan Pendaftaran Ulang


Pasal  6

  1. Penerimaan mahasiswa baru PPA dilaksanakan oleh pengelola PPA di bawah koordinasi Fakultas Farmasi USD.
  2. Penerimaan mahasiswa baru PPA dilaksanakan dua kali setahun (tiap semester), sesuai kalender akademik PPA.
  3. Program Profesi Apoteker menerima semua lulusan program studi S-1 Farmasi USD, dengan mempertimbangkan kapasitas yang dapat dikelola pada semester yang bersangkutan.
  4. Lulusan S-1 farmasi perguruan tinggi di luar USD dapat diterima pada PPA asalkan memenuhi persyaratan dan dengan mempertimbangkan kapasitas seperti tercantum pada ayat 3.
  5. Calon mahasiwa yang dinyatakan diterima di PPA, wajib melakukan pendaftaran ulang untuk dapat ditetapkan sebagai mahasiswa PPA (berlaku selama 1 tahun pendidikan).


Bagian Ketiga
Beban Studi Mahasiswa dan Kegiatan Perkuliahan

Pasal 7

  1. Beban studi setiap semester adalah jumlah sks yang diambil mahasiswa  dalam satu semester. Semua matakuliah wajib harus diambil oleh mahasiswa pada semester yang bersangkutan.
  2. Pada semester pertama mahasiswa PPA wajib menempuh seluruh matakuliah wajib dan 2 matakuliah pilihan.
  3. Pada semester kedua mahasiswa PPA wajib menempuh Praktek Kerja Profesi di 2 bidang yakni  Praktek Kerja Profesi di Apotek, dan Praktek kerja Profesi di Rumah Sakit atau Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi.
  4. Untuk dapat terdaftar sebagai peserta kegiatan perkuliahan dalam suatu semester, mahasiswa harus mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) yang isinya  disyahkan Dosen Pembimbing Akademik
  5. Mahasiswa PPA berhak atas pembimbingan akademik, pembimbingan praktek kerja,  pelayanan di perpustakaan, dan pelayanan kesejahteraan baik rohani maupun kesehatan.
  6. Pembimbing akademik dan pembimbing PKP adalah seorang apoteker yang ditunjuk oleh pengelola PPA
  7. Pembimbingan akademik dan PKP bertujuan untuk :
    1. membina mahasiswa agar berkepribadian yang sesuai dengan ciri-ciri profesi sebagai seorang  farmasis/apoteker yang profesional yang berkepedulian sosial tinggi, kritis, bermoral dan berguna untuk masyarakat
    2. mendampingi mahasiswa dalam memahami perkuliahan dan PKP yang ditempuh
    3. mendampingi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sampai ujian komprehensif serta mengarahkan agar berkemauan dan berkemampuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
    4. mendampingi mahasiswa agar siap dalam menerapkan ilmu dan PKP yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat.
  8. Dengan persetujuan Dosen Pembimbing  Akademik, mahasiswa yang telah mendaftarkan matakuliah yang direncanakan untuk diambil, diberi kesempatan untuk mengubah rencana tersebut. Pengubahan ini harus dilaksanakan dalam masa pengubahan rencana studi yang telah ditetapkan dalam kalender akademik.

 
Pasal 8

  1. Masa studi yang tersedia untuk menyelesaikan pendidikan di PPA paling lama 3 semester.
  2. Dalam hal khusus, kepada mahasiswa yang belum berhasil menyelesaikan studinya dalam batas waktu sebagaimana disebut di atas  (3 semester) dapat diberikan perpanjangan waktu studi sebanyak - banyaknya 1 semester oleh Dekan atas rekomendasi Ketua PPA. Perpanjangan tersebut diberikan hanya jika alasan mahasiswa yang bersangkutan  meyakinkan dan dapat diterima.
  3. Cuti studi boleh dilakukan maksimal 1 semester selama masa studi di PPA. Permohonan cuti diajukan secara tertulis kepada dekan dengan persetujuan ketua PPA paling lambat 1 bulan setelah berlangsungnya semester yang bersangkutan.


Pasal 9

  1. Pada awal semester 1, mahasiswa wajib mengikuti acara penjelasan tentang PPA baik dalam hal akademik maupun non akademik
  2. Pada awal perkuliahan, mahasiswa berhak memperoleh penjelasan rencana perkuliahan/silabus, termasuk macam dan jumlah tugas yang harus diselesaikan oleh mahasiswa dan bobot penilaian bagi setiap tugas, ada tidaknya ataupun berapa kali  ujian sisipan dan jadwal penyelenggaraannya dan cara penilaian yang dipakai
  3. Perkuliahan dilaksanakan pada waktu dan tempat sebagaimana ditetapkan dalam jadwal kuliah.
  4. Pada setiap pelaksanaan kegiatan perkuliahan mahasiswa dan dosen menuliskan tanda kehadirannya di daftar presensi yang telah disediakan.
  5. Bila dosen berhalangan hadir, mahasiswa berhak memperoleh :
    1. pemberitahuan dari dosen yang bersangkutan dan pengelola PPA sesegera mungkin
    2. penggantian perkuliahan yang  terhalang itu pada kesempatan lain, atau penggantian dengan kegiatan pembelajaran terstruktur dengan seijin ketua PPA.
  6. Jam pertemuan kuliah untuk tiap semester ditetapkan antara 12 - 14 kali di luar hari libur, dan ujian.
  7. Yang berhak mengikuti perkuliahan suatu matakuliah hanyalah mahasiswa yang namanya tercantum dalam daftar peserta kuliah. Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan perkuliahan sekurang - kurangnya 75 % dari jumlah jam pertemuan nyata selama satu semester. Mahasiswa yang tidak memenuhi kewajiban ini tidak berhak mengikuti ujian akhir semester matakuliah yang bersangkutan.
  8. Selama mengikuti kuliah, ujian, praktek maupun kegiatan akademik lainnya, mahasiswa wajib mengenakan pakaian yang rapi dan sopan (wanita: pakaian kerja yang sopan, laki - laki: pakaian sopan berdasi). Dosen yang bersangkutan berhak menolak mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut apabila mahasiswa tidak memenuhi ketentuan tersebut.


Bagian Keempat
Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa

Pasal 10

  1. Penilaian hasil belajar mahasiswa dilakukan melalui penyelenggaraan ujian-ujian dan pemberian tugas-tugas yang relevan
  2. Jenis ujian terdiri dari ujian sisipan, ujian akhir semester dan ujian lisan untuk matakuliah maupun praktikum serta ujian lisan komprehensif praktek kerja.
  3. Ujian matakuliah adalah ujian suatu matakuliah yang dilaksanakan pada semester berjalan yang meliputi ujian sisipan dan ujian akhir semester.
  4. Ujian sisipan pada dasarnya mencakup sebagian dari bahan kuliah/praktikum selama satu semester. Ujian ini tidak wajib diselenggarakan.
  5. Ujian akhir semester pada dasarnya mencakup keseluruhan bahan satu semester. Ujian ini wajib diselenggarakan 1 kali pada akhir setiap semester.


Pasal 11

  1. Ketentuan  tentang syarat untuk dapat menempuh  ujian akhir semester ditetapkan oleh PPA
  2. Ketentuan lain dan atau sanksi bagi mahasiswa yang terlambat, berhalangan atau tidak dapat mengikuti ujian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, diatur oleh PPA
  3. Ujian susulan, adalah pelaksanaan ujian di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh PPA. Ujian susulan hanya dilayani apabila alasannya jelas dan telah mendapat persetujuan dari Ketua PPA. Dosen Pengampu matakuliah wajib menyelenggarakan ujian susulan bagi mahasiswa yang telah mendapat persetujuan dari ketua PPA.


Pasal 12

  1. Proses pemberian nilai pada suatu mata kuliah adalah proses penetapan taraf pencapaian kompetensi mahasiswa dalam matakuliah tersebut.
  2. Hasil pengukuran taraf pencapaian kompetensi mahasiswa dinyatakan dalam bentuk skor.
  3. Penilaian hasil belajar mahasiswa dapat didasarkan pada tiga kemungkinan system penilaian, yaitu :
    1. Sistem Penilaian Acuan Patokan, disingkat PAP. Dengan sistem ini lebih dulu ditetapkan nilai batas-lulus yang mencerminkan pencapaian sasaran materi perkuliahan yang dituntut.
    2. Sistem Penilaian Acuan Norma, disingkat PAN. Dengan sistem ini, taraf prestasi seorang mahasiswa dibandingkan dengan taraf prestasi kelas/kelompoknya
    3. Sistem Penilaian Acuan Kombinasi, disingkat PAK. Dengan sistem ini taraf prestasi kelompok yang secara nyata dicapai dibandingkan dengan taraf prestasi kelompok yang diharapkan, kemudian ditentukan batas lulus.
  4. Sistem penilaian yang sesuai dengan pendekatan kompetensi dan yang digunakan di PPA adalah sistem PAP sebagaimana dijelaskan dalam ayat 6.
  5. Nilai akhir keberhasilan mahasiswa dinyatakan dengan huruf (yang disebut Huruf Mutu atau HM): A, B, C, D, dan E, masing-masing dengan bobot kuantitatif (yang disebut Angka Mutu) sebagai berikut :
    1.  A ekuivalen dengan bobot 4
    2.  B ekuivalen dengan bobot 3
    3.  C ekuivalen dengan bobot 2
    4.  D ekuivalen dengan bobot 1
    5.  E ekuivalen dengan bobot 0
  6. Penilaian dilakukan dengan terlebih dulu menetapkan batas lulus yang merupakan batas minimum pencapaian kompetensi yang diperlukan. Dengan menggunakan prosentase sebagai pedoman, skor sebesar 56 persen ditetapkan sebagai batas bawah untuk lulus dengan nilai C, dan  skor sebesar 50 persen ditetapkan sebagai batas bawah untuk lulus dengan nilai D. Skor batas bawah untuk lulus dengan nilai B dan A ditetapkan oleh dosen yang bersangkutan.
  7. Dengan alasan yang kuat dan dengan persetujuan ketua PPA, dosen dapat menyimpang dari pedoman tersebut dalam ayat 4 di atas. Dalam hal ini dosen wajib memberitahukannya kepada mahasiswa.


Pasal 13

  1. Cara dan hasil penilaian dalam ujian bersifat terbuka bagi mahasiswa yang bersangkutan.
  2. Nilai akhir matakuliah merupakan hasil kumulatif dari komponen-komponen: tugas dan ujian sisipan dan atau ujian akhir semester. Bobot nilai masing-masing komponen diserahkan kepada keputusan dosen ataupun tim dosen yang mengampu matakuliah tersebut, dan wajib diberitahukan kepada mahasiswa pada awal kuliah.
  3. Mahasiswa yang dianggap tidak menempuh matakuliah secara penuh diberi nilai status F, oleh karena itu dianggap belum menempuh matakuliah tersebut.
  4. Batas waktu penyerahan nilai akhir matakuliah dan nilai PKP untuk semester berjalan dan keperluan yudisium, ditetapkan oleh ketua PPA. Apabila sampai dengan batas waktu yang ditetapkan tersebut nilai belum diserahkan maka ditetapkan nilai B untuk semua mahasiswa yang menempuh matakuliah dan PKP tersebut.
  5. Suatu matakuliah boleh ditempuh ulang dalam batas masa studi yang telah ditentukan kecuali ditentukan lain oleh PPA. Dalam hal ini nilai akhir yang digunakan untuk menghitung Indeks Prestasi (IP) adalah nilai terbaik.
  6. Mahasiswa yang dikarenakan sedang menempuh PKP diperbolehkan mengulang matakuliah pada semester yang sama dengan kegiatan PKP tersebut hanya dengan menempuh ujian sisipan dan ujian akhir semester saja. Penilaian untuk mahasiswa yang bersangkutan, diserahkan kepada keputusan dosen ataupun tim dosen pengampu matakuliah yang bersangkutan.
  7. Nilai akhir praktek kerja untuk tiap bidang merupakan hasil kumulatif dari komponen-komponen : nilai dari tempat praktek kerja dengan bobot 35%, nilai laporan dari pembimbing (dosen Fakultas Farmasi USD) dengan bobot 15%, dan nilai ujian lisan komprehensif bidang yang bersangkutan dengan bobot 50%.
  8. Penyampaian hasil kelulusan yang definitif dilaksanakan setelah pelaksanaan yudisium bagi mahasiswa/calon apoteker yang bersangkutan, dengan cara memberikan surat keterangan kelulusan yang ditandatangani oleh Dekan Fak. Farmasi USD.
  9. Bila mahasiswa dinyatakan tidak lulus pada yudisium, mahasiswa berhak mengulang matakuliah pada semester berikutnya. Bagi yang tidak lulus pada nilai Praktek Kerja (PK), tidak diwajibkan mengikuti PK bidang yang bersangkutan  lagi disebabkan kesulitan tempat PK. Mengulang nilai PK hanya mengulang bidang yang bersangkutan, walaupun  dapat diperkenankan mengulang nilai semua bidang untuk perbaikan nilai.


Pasal 14

  1. Tingkat keberhasilan belajar mahasiswa dinyatakan dengan bilangan yang disebut Indeks Prestasi, disingkat IP, yang ditulis sampai dengan dua angka di belakang koma.
  2. Besarnya IP dihitung dari jumlah hasil kali antara besar kredit (K) dan bobot nilai (N) dibagi dengan jumlah kredit yang direncanakan; atau dinyatakan dengan rumus  IP = S KN  :  S K
  3. Untuk menetapkan besarnya IP, huruf mutu dikuantifikasikan menjadi angka mutu.



Bagian Kelima
Kelulusan dan Wisuda Apoteker

Pasal 15

  1. Untuk lulus jenjang PPA mahasiswa harus memenuhi syarat:
    1. Telah menempuh 28 sks matakuliah wajib dan minimal 4 sks matakuliah pilihan
    2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang - kurangnya 2,50
    3. Proporsi nilai D maksimal 1 mata kuliah
    4. Tidak mempunyai nilai E
  2. 2. Bagi yang tidak lulus maka diwajibkan mengulang matakuliah dan atau PKP yang tidak lulus dalam semester berikutnya.


Pasal 16

  1. Predikat hasil kelulusan atau kualifikasi yudisium ditetapkan berdasarkan IPK dari hasil semua kegiatan akademik yang diwajibkan untuk menyelesaikan secara bulat jenjang PPA.
  2. Yudisium PPA adalah sebagai berikut:
    1. IPK 3,51 - 4,00 dan tepat waktu,  Lulus dengan predikat Dengan Pujian
    2. IPK 3,01 -  3,50 Lulus dengan predikat Sangat Memuaskan
    3. IPK 2,50 -  3,00 Lulus dengan predikat Memuaskan;
  3. Predikat kelulusan Dengan Pujian ditentukan juga dengan memperhatikan masa studi mahasiswa, yakni 2 semester.
  4. Mahasiswa yang lulus berhak mendapat ijazah apoteker dengan lampiran transkrip akademik.    


Pasal 17

  1. Apoteker adalah Sarjana Farmasi yang telah lulus program pendidikan apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker.
  2. Untuk mahasiswa/calon apoteker sebagaimana yang tercantum dalam pasal 15 ayat 1 wajib mengucapkan sumpah/janji apoteker pada acara pelantikan apoteker baru.
  3. Acara pelantikan apoteker baru diselenggarakan oleh Fakultas dilakukan dalam Sidang Senat Terbuka Fakultas dengan melibatkan rohaniawan dari agama/kepercayaan yang sesuai agama/kepercayaan calon apoteker dan asosiasi profesi farmasi yang diakui sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Dalam upacara pelantikan apoteker baru dapat diserahkan ijazah  apoteker dan transkrip akademik asli.
  5. Berita acara pengucapan sumpah/janji apoteker ditandatangani pada acara tersebut oleh apoteker yang bersangkutan, dekan dan pejabat asosiasi profesi farmasi yang mendampingi acara tersebut.
  6. Fakultas wajib melaporkan data lulusan apoteker, paling lambat sebulan dari tanggal yudisium kepada instansi kesehatan pemerintah dengan tembusan PD ISFI, sesuai peraturan perundangan yang berlaku.


BAB III
PENUTUP

Pasal 18

  1. Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini akan diatur dalam peraturan tersendiri.
  2. Perubahan terhadap hal-hal yang diatur dalam peraturan ini hanya diadakan berdasarkan keputusan Rektor, setelah memperhatikan pertimbangan senat fakultas maupun universitas.
  3. Peraturan lain yang berlaku sebelum peraturan ini diberlakukan, yang bertentangan dengan peraturan ini, dinyatakan tidak berlaku lagi.


Pasal 19
Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 


 
                    Ditetapkan di     : Yogyakarta
                    Pada tanggal    :      Juli 2006
                    ________________________
                    Rektor,



                
                    Dr. Ir. P. Wiryono Priyotamtama, S.J.

 

Profile
Berita
Agenda
Fasilitas
Akademik
Pengumuman
Pendaftaran Profesi
© 2014 - Profesi Apoteker (PPA) - Fakultas Farmasi - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta