www.usd.ac.id
www.usd.ac.id
  Cerdas & Humanis
English Version  English Version
Loading
HOME TENTANG USD PENERIMAAN MAHASISWA BARU AKADEMIK
  Mail USD      Kontak
:: Berita Kegiatan
Insadha Gelombang 2 bagi Mahasiswa Baru USD Tahun Akademik 2017/2018
USD | 06 August 2017 | 13:07 WIB
  
Insadha Gelombang 2 bagi Mahasiswa Baru USD Tahun Akademik 2017/2018 :: usd.ac.id

Inisiasi Sanata Dharma atau lebih dikenal dengan singkatan Insadha ini merupakan acara inisiasi Universitas Sanata Dharma (USD) tiap tahunnya. Penyelenggaraan Insadha untuk tahun 2017 dibagi menjadi 3 gelombang, Gelombang 1 tanggal 27-28 Juli, Gelombang 2 tanggal 31 Juli-1 Agustus 2017, dan Gelombang 3 tanggal 4–5 Agustus.

Pada Insadha Gelombang 2, panitia menghadirkan tokoh inspiratif yaitu Agnes Dwi Rusjiyanti. Beliau merupakan salah seorang alumni Universitas Sanata Dharma program studi Bimbingan dan Konseling. Saat ini beliau aktif dan bergerak dalam bidang kebhinnekaan terutama dalam pembelaan kaum perempuan, anak-anak, dan kaum tertindas. Beliau juga tergabung dalam Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika. Ibu Agnes memulai aktivitasnya dalam menjaga toleransi di berbagai wilayah pada tahun 2006.

Diskusi yang dikemas seperti talkshow televisi oleh sesi Cerita dan Diskusi (Cerdisk) ini menjadi perhatian para mahasiswa baru. Sesuai tema Insadha 2017  “Menjadi Diri Sendiri, Bersatu dalam Aksi, Kebhinnekaan Menginspirasi”, Ibu Agnes memaparkan mengenai apa itu kebhinnekaan. “Kebhinnekaan merupakan keberagaman di mana faktanya sudah ada di tengah-tengah kita.” tuturnya. Menurutnya keberagaman yang dimaksud bukan melulu soal agama, suku, dan ras. Keberagaman yaitu perbedaan dari warna kulit, jenis rambut, pola pikir, kemampuan secara fisik, dan masih banyak perbedaan lainnya. Sehingga kita tidak bisa menerima perbedaan dari suku saja atau agama, atau ras. Banyak kasus yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari tentang perbedaan, contohnya mahasiswa yang mencari kos-kosan di Yogyakarta. Kita tidak menutupi bahwa memang masih banyak kasus di mana kos-kosan hanya menerima dari suku ataupun agama tertentu. Kasus mengenai baliho yang mengiklankan salah satu mahasiswanya yang berkerudung, sehingga memicu beberapa kelompok tertentu tidak menerima hal itu. Ibu Agnes dalam pemaparannya juga menjelaskan bahwa faktanya kita sebagai warga negara Indonesia tidak bisa tinggal dalam satu kelompok tertentu. Hal itu dikarenakan Indonesia bukan negara yang hanya satu kelompok tertentu melainkan Indonesia itu sangat beragam.

Sebelum menutup diskusinya Ibu Agnes berpesan agar para mahasiswa baru siap menghadapi keberagaman dan merawat keberagaman. Beliau juga mengajak semua yang mahasiswa baru untuk meneriakkan jargon “Siapa kita? Indonesia, Bagaimana kita? Bhinneka Tunggal Ika”.

Sementara itu dalam Insadha Gelombang 2 hari berikutnya pada tanggal 1 Agustus 2017, panitia Insadha menghadirkan tokoh inspiratif yang lain yaitu Bapak Triyono, pendiri  Ojek Difabel. Kali ini suasana diskusi dirancang lebih santai oleh panitia sesi Cerita dan Diskusi. Pada diskusi ini ada yang berbeda, ada sebuah motor yang dilengkapi dengan tempat penumpang yang tidak biasanya ada di atas panggung. Motor yang ada di panggung tersebut adalah motor yang digunakan untuk Ojek Difabel. Ojek Difabel mungkin sudah akrab di telinga beberapa masyarakat Yogyakarta. Ojek Difabel merupakan satu-satunya ojek online yang dikhususkan bagi orang difabel. Selain membuka lapangan pekerjaan baru, keberadaan Ojek Difabel sangat membantu kaum difabel dalam kehidupan bersama di masyarakat.

Bapak Triyono sendiri menjelaskan latar belakang didirikan Ojek Difabel, di mana ia melihat teman-teman difabel yang mengalami kesulitan untuk sekedar pergi ke pasar, atau mau berwisata tapi tidak ada transportasi umum yang memfasilitasinya, sehingga ia mencetuskan mendirikan Ojek Difabel. Ojek Difabel ini beroperasi di seluruh Yogyakarta kecuali Wonosari, bahkan para driver Ojek Difa sapaan akrab untuk transportasi ini pernah mengantar sampai Magelang dan Kebumen. Beliau mengakui bahwa keberadaan Ojek Difabel belum tersentuh oleh pemerintah, hal ini dikarenakan penyandang difabel selalu ditempatkan menjadi “objek”. Para penyandang  difabel sesungguhnya ingin menjadi sama dengan masyarakat pada umumnya.

Pak Triyono juga mengembangkan inovasi lain seperti adanya pelatihan, melatih para penyandang difabel tidak hanya menjadi “objek”. Beliau juga merilis pondok difabel di daerah Bantul yaitu pondok pesantren, di mana di dalamnya ada kegiatan-kegiatan seperti multimedia, menjalankan sistem-sistem, sehingga para difabel ini bisa berkarya di dunia teknologi.

Para driver Ojek Difabel ini juga mengalami kesulitan-kesulitan dalam menjalankan tugasnya, masih banyak pengguna jalan lain kurang peduli dengan adanya Ojek Difabel ini. Masyarakat umum masih memandang sebelah mata akan profesi mereka. Pak Triyono selalu memberikan dukungan semangat kepada para driver Ojek Difabel untuk selalu berjuang meskipun dengan keadaan fisik kurang sempurna. Ojek Difabel bukan hanya sekedar mata pencaharian, melainkan pelajaran untuk kita bahwa kekurangan bukanlah penghalang untuk tetap bisa berjuang.

Kebhinnekaan yang diangkat dalam Insadha 2017 bukan hanya mengenai latar belakang, ras, atau golongan. Namun juga keberagaman, kelebihan, dan kekurangan dari setiap individu. Ojek Difabel merupakan contoh nyata yang bisa mewakili tema Insadha 2017.

(YMN)

<< kembali

FAKULTAS

Fakultas Ekonomi
Fakultas Farmasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Fakultas Psikologi
Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Sastra
Fakultas Teologi
Program Pasca Sarjana

BIRO

Biro Administrasi Akademik
Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional
Biro Layanan Umum
Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi
Biro Keuangan
Biro Personalia
Biro Sarana dan Prasarana
Biro Hubungan Masyarakat

LEMBAGA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Lembaga Bahasa
Lembaga Penjaminan Mutu

PROGRAM KURSUS BERSERTIFIKAT

English Extension Course
Pel. Kom. Interaktif Bhs Inggris P 60 Jam
Indonesian Language & Culture Intensive Course

LINK

Lembaga Studi Realino
ExeLSa
MonEvIn
Oriental Scholar
Politeknik Mekatronika Sanata Dharma
 

KONTAK

humas@usd.ac.id

USD WEB BADGE

WebBadge USD

JEJARING SOSIAL

Facebook Sanata Dharma Twitter Sanata Dharma Instagram Sanata Dharma
© 2017 - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  54.157.81.13: - 1915.2 ms  |   29 user(s) online