| |
|
 |
|
USD | 22 Desember 2009 | 07:42:26
Pendidikan yang bersifat terintegrasi dan terpadulah yang mampu membangun watak bangsa. Demikian disampaikan oleh Dr. Asan Damanik dalam pidato Dies Natalis ke-54 Sanata Dharma di Ampus III USD Paingan Maguwoharjo Depok Sleman Sabtu (19/12). Dosen Fisika Fakultas Sains Teknologi USD ini menyatakan bahwa paradigma pendidikan dapat mengacu pada paradigma fisika. Pendidikan bukanlah sekelompok manusia, sekelompok dunia industry, atau sekelompok mafia kapitalis. “Pendidikan haruslah untuk semua orang, seperti prinsip-prinsip fisika yang telah memperlihatkan adanya prinsip ketidakpastian Heisenberg dan saling melengkapi dalam hidup ini”, tegasnya. Unsur-unsur yang harus termuat dalam paradigma pendidikan menuju pembangunan watak bangsa menurut Damanik adalah cura personalis (perhatian kepada pribadi), kesetimbangan dan efisiensi, unifikasi, serta simetri.
Damanik menengarai bahwa masalah yang dihadapi dunia pendidikan sebgai pembentukan watak bangsa merupakan masalah yang terkait dengan aspek kehidupan. Pendidikan lebih dimaksudkan sebagai penguasaan teknologi sebagai aspek kognitif sehingga aspek pengajaran yang menekankan pentingnya watak atau nilai terabaikan. Penekanan aspek manusia, alam semesta, dan lingkungan hidup harus menjadi perhatian dan foukus pendidikan.
Tuntutan dunia kerja tidak perlu dijadikan sebagai pertimbangan utama apalagi menjadi paradigma dalam pendidikan yang bertujuan membangun watak. Pendidikan yang sekedar menjadi alat produksi massal akan miskin nilai sebab tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali masyarakat massal dan mnghilangkan bakat dan potensi serta talenta dan keunikan individu pribadi lepas pribadi sebagai ciptaan Tuhan. (Tti)
|
|
|